Postingan

17 TIPE PENDAKI

 Di dunia pendakian ini ada banyak orang dengan beragam sifatnya yang bisa diklasifikasikan menjadi jenis-jenis pendaki atau tipe pendaki tertentu.   Mau tau apa aja? Cuss, simak langsung tipe-tipe pendaki yang didapat dari lembaga survey ACen Nielsen yang terpercaya dan berkelas internasional (lol):   1. Pendaki Newbie Tipe pendaki yang satu ini bisa dibilang orang yang belum pernah mendaki tapi niat-banget-pengen-mendaki dan terjun bebas di dunia pendakian. Doi bakalan kerja keras googling sana sini, tanya kanan kiri, demi mendapatkan informasi seputar dunia pendakian dan gunung mana yang akan dia daki pertama kali sesuai dengan kemampuannya. Pendaki newbie bakalan olahraga secara teratur untuk menghadapi pendakian pertamanya. Layak ditiru, pantas dicontoh, dan oke untuk dijadikan panutan.   2. Pendaki Senior Namanya juga senior, tipe pendaki jenis ini tentunya udah malang melintang di dunia pendakian, selain karena pengalamannya, tentu aja karena umurnya...

Jogging Untuk Menjaga Kesehatan Dan Menunda Penuaan

DokterSehat.Com – Otot jantung berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh, agar tubuh medapatkakan aliran arah yang lebih deras dan lancar. Jogging merupakan salah satu olahraga sederhana dengan berlari-lari kecil dan kontiniu. Dengan jogging, aliran darah ke dalam koroner jantung menjadi lebih deras yang membuat kecukupan oksigen otot jantung tetap dapat terpenuhi dan otot jantung dapat terjaga dengan baik dan cukup untuk berkontraksi. Selain itu, otot jantung juga membutuhkan aliran darah lebih deras dari pembuluh koroner yang memberinya makan agar dapat tetap bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, jogging juga berperan dalam memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Jogging Untuk Menjaga Kesehatan Dan Menunda Penuaan Jogging juga berpengaruh dalam membentuk kelenturan pembuluh darah arteri. Arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu me...

Riset tunjukkan cara baru penyelamatan lahan gambut

Salah satu pemicu kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia adalah keringnya lahan gambut akibat pembukaan lahan untuk kegiatan budidaya, seperti perkebunan dan pertanian. Lahan gambut merupakan lahan basah yang terdiri dari sisa-sisa tumbuhan yang terbentuk selama ratusan hingga puluhan ribu tahun. Konsesi dan masyarakat lokal sering kali harus mengeringkan lahan gambut ini dan mengubahnya menjadi lahan untuk menanam berbagai macam tanaman sebagai sumber penghasilan mereka. Gambut yang kering akan mudah terbakar saat musim kemarau dan diperparah dengan aktivitas tebas bakar untuk buka lahan. ANTARA FOTO/ManggalaAgni/JJ/foc Gambut yang kering akan mudah terbakar saat musim kemarau dan diperparah dengan aktivitas tebas bakar untuk buka lahan. ANTARA FOTO/ManggalaAgni/JJ/foc Pengeringan lahan gambut inilah yang telah memicu terjadinya kebakaran lahan yang terjadi setiap tahun di Indonesia dan menimbulkan kerugian ekonomi dan meningkatkan emisi karbon. Lahan gambut yang terbakar juga meng...